
Surabaya - PLN menyiagakan 439 SPKLU di wilayah Jawa Timur dan Bali untuk mendukung mudik kendaraan listrik pada Lebaran 2026. Fokus di koridor timur ini penting karena arus perjalanan tidak lagi hanya bertumpu di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Jawa Timur dan Bali kini semakin relevan dalam peta EV nasional. Selain menjadi titik perjalanan wisata dan logistik, wilayah ini juga mulai menjadi area pertumbuhan kendaraan listrik yang butuh dukungan charging lebih rapat.
Dengan menebalkan titik pengisian di dua provinsi ini, PLN sedang mengirim pesan bahwa pengembangan infrastruktur EV tidak boleh terlalu Jawa-sentris. Pengguna di luar koridor barat juga harus merasa bahwa ekosistemnya layak dipakai untuk perjalanan nyata.
Langkah ini juga menarik karena menunjukkan pendekatan yang lebih granular. Bukan hanya bicara angka nasional, tetapi membaca kebutuhan per wilayah agar investasi charger terasa lebih efisien dan lebih berguna.
Menurut pembacaan Kabarev, penguatan koridor timur adalah sinyal bagus karena pertumbuhan EV nasional akan tersendat bila charging hanya terasa nyaman di sebagian Jawa. Pasar yang sehat membutuhkan rasa aman yang lebih merata.
Jika PLN konsisten memakai pendekatan berbasis koridor seperti ini, ekosistem EV Indonesia akan terlihat lebih matang dan lebih siap menyerap pertumbuhan kendaraan di luar pusat pasar lama.
Sumber: PT PLN (Persero)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.