
Jakarta - PLN mencatat transaksi harian SPKLU sempat mencapai 18.088 selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Angka ini penting karena memperlihatkan kendaraan listrik di Indonesia mulai dipakai dengan intensitas yang lebih nyata.
Data transaksi harian sering kali lebih jujur daripada sekadar jumlah charger atau jumlah model. Ia menunjukkan ritme penggunaan aktual, termasuk apakah infrastruktur memang dibutuhkan dan apakah pengguna merasa cukup percaya diri untuk mengandalkannya.
Dalam konteks Indonesia, lonjakan ini memberi bukti tambahan bahwa EV mulai keluar dari fase pameran dan promosi. Mobil listrik pelan-pelan bergerak ke tahap utilitas, yaitu dipakai untuk perjalanan yang menuntut perencanaan pengisian secara sungguhan.
Nilai strategisnya cukup besar. Ketika angka pemakaian mulai naik, operator charger punya dasar yang lebih kuat untuk ekspansi, sementara pabrikan bisa membaca bahwa hambatan psikologis konsumen mungkin mulai menurun.
Menurut pembacaan Kabarev, indikator seperti ini jauh lebih menggembirakan dibanding sekadar klaim optimistis. Pasar yang sehat memang harus terlihat dari perilaku penggunaan, bukan hanya dari narasi peluncuran dan investasi.
Bila transaksi harian terus naik di luar musim mudik, maka 2026 berpeluang menjadi tahun ketika EV Indonesia mulai terasa lebih normal dalam keseharian.
Sumber: PT PLN (Persero)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Belum ada artikel trending.